Tabanan, Kacamata rakyat -.com INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan terus mengoptimalkan pelaksanaan pembinaan melalui penataan hunian Warga Binaan, Jumat (04/09). Kegiatan mutasi kamar yang dilaksanakan secara berkala tersebut menjadi salah satu langkah untuk menciptakan lingkungan hunian yang lebih tertata sehingga mendukung proses pembinaan berjalan secara efektif dan terukur.
Kegiatan yang dikoordinatori oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP), Nur Bagus Wahyudi, diawali dengan sosialisasi kepada Warga Binaan terkait pelaksanaan kegiatan. Setelah diberikan pengarahan, petugas kemudian melaksanakan mutasi kamar sebagai bagian dari penataan hunian sekaligus penyesuaian pengelompokan Warga Binaan berdasarkan berbagai aspek yang menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan pembinaan.
Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, menjelaskan bahwa mutasi kamar tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk mendukung keberhasilan program pembinaan yang dilaksanakan di dalam Lapas.
“Penataan hunian melalui mutasi kamar kami laksanakan secara rutin dan berkala agar proses pembinaan dapat berjalan lebih optimal. Dengan pengelompokan yang tepat, kami berharap setiap Warga Binaan dapat mengikuti program pembinaan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing,” jelas Basuki.
Sementara itu, Ka. KPLP, Nur Bagus Wahyudi, menyampaikan bahwa mutasi kamar juga menjadi bagian dari pengelolaan hunian yang lebih proporsional. “Mutasi kamar kami lakukan untuk mengatasi overkapasitas melalui pendistribusian ulang penghuni agar lebih sesuai dengan kapasitas ruang yang tersedia. Selain itu, pengelompokan berdasarkan tingkat risiko, masa pidana, usia, dan jenis tindak pidana juga menjadi pertimbangan agar pembinaan dapat berlangsung lebih efektif dan terarah,” ungkapnya.
Melalui penataan hunian yang dilakukan secara konsisten, Lapas Tabanan berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pelaksanaan pembinaan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Tabanan dalam menghadirkan sistem pembinaan yang terukur, humanis, dan berorientasi pada pembentukan pribadi Warga Binaan yang lebih baik.
(Luthfi)






