Tabanan, Kacamata rakyat -.com INFO_PAS – Komitmen mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba (Halinar) terus diperkuat oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan melalui partisipasi Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, dalam audiensi bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Selasa (08/09). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi lintas instansi dalam mendukung upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di lingkungan Pemasyarakatan.
Audiensi yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Andi Wijaya Rivai, tersebut turut dihadiri Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Bali dan diterima langsung oleh Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol. Putu Putera Sadana. Dalam pertemuan tersebut, berbagai langkah strategis dibahas, mulai dari penguatan koordinasi, deteksi dini, hingga kolaborasi dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
Kepala Lapas Tabanan, Basuki Raharjo, menegaskan bahwa upaya mewujudkan Lapas yang bersih dari narkoba membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak.
“Pencegahan dan pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan koordinasi, dukungan, dan kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan agar upaya deteksi dini, pengawasan, dan pencegahan penyalahgunaan narkotika dapat berjalan secara optimal. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan Lapas Tabanan yang bersih dari Halinar,” tegas Basuki.
Kakanwil Ditjenpas Bali, Andi Wijaya Rivai, menyampaikan bahwa sinergi dengan BNNP Bali memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di seluruh Lapas dan Rutan wilayah Bali. “Keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan Pemasyarakatan. Melalui kerja sama yang baik dengan BNNP Bali, kami berharap berbagai upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih efektif sehingga proses pembinaan dan pelayanan kepada Warga Binaan dapat terlaksana secara optimal,” ujarnya.
Melalui penguatan koordinasi bersama BNNP Bali, Lapas Tabanan berharap upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat semakin optimal. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu mendukung terwujudnya lingkungan Pemasyarakatan yang aman, tertib, kondusif, serta bebas dari Halinar.
(Luthfi)






