
NGAWI,Kaca mata rakyat.com – Pelaksanaan proyek revitalisasi gedung SD Negeri Pohkonyal, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, menjadi sorotan. Pasalnya, proses pengerjaan proyek tersebut dinilai tertutup dan menyulitkan awak media untuk memperoleh keterangan terkait progres maupun pihak pelaksana.
Saat mendatangi lokasi proyek, awak media tidak diperkenankan melakukan konfirmasi. Seorang petugas di lokasi yang mengaku sebagai tukang kebun sekolah mengarahkan awak media untuk menemui Kepala Desa atau Sekretaris Desa. Menurutnya, pengawasan proyek saat ini berada di bawah kendali pemerintah desa dan Ketua Komite Sekolah yang dijabat Sekretaris Desa.
Upaya konfirmasi juga telah dilakukan melalui pesan WhatsApp kepada kepala sekolah. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari pihak sekolah terkait pelaksanaan revitalisasi tersebut.
Minimnya keterbukaan informasi dari pihak penanggung jawab di lapangan maupun dari pihak sekolah menimbulkan pertanyaan publik mengenai transparansi pelaksanaan proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah.
Padahal, setiap proyek yang menggunakan dana negara semestinya dilaksanakan secara transparan dan akuntabel. Keterbukaan informasi menjadi salah satu bentuk jaminan kepada masyarakat bahwa pekerjaan berjalan sesuai ketentuan, spesifikasi teknis, serta tidak menyimpang dari Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, SD Negeri Pohkonyal tercatat beralamat di Desa Pohkonyal, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun pelaksana proyek belum memberikan klarifikasi resmi terkait pelaksanaan revitalisasi maupun alasan tertutupnya akses informasi bagi media.
Media berharap pihak terkait segera memberikan penjelasan agar informasi yang diterima masyarakat menjadi berimbang. Hal ini juga menjadi wujud komitmen terhadap prinsip transparansi dalam penggunaan anggaran publik.
Apabila terdapat keterangan resmi dari pihak sekolah, pelaksana proyek, maupun instansi terkait, media akan memuatnya sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik.
(Tim)






